Panduan untuk Minyak yang Diperas dan Diekstraksi
Dec 12, 2024
Di pasar minyak nabati, minyak yang dipres dan minyak yang diekstraksi adalah dua jenis minyak utama. Keduanya aman dikonsumsi asalkan memenuhi standar kualitas dan kebersihan minyak nabati. Namun keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dari segi teknik pengolahan, kandungan nutrisi, dan kebutuhan bahan baku.
1. Perbedaan Teknik Pengolahan
Minyak yang Ditekan:
Minyak yang diperas diproduksi dengan menggunakan metode pengepresan fisik. Proses ini melibatkan pemilihan biji minyak berkualitas tinggi, diikuti dengan langkah-langkah seperti penghancuran, pemanggangan, dan pengepresan untuk mengekstraksi minyaknya. Minyak mentah kemudian disaring dan dimurnikan untuk menghasilkan minyak pres berkualitas tinggi. Metode ini mempertahankan aroma dan rasa alami minyak, sehingga menghasilkan produk dengan umur simpan yang lama dan tanpa bahan tambahan atau sisa pelarut.
Minyak yang Diekstraksi:
Minyak yang diekstraksi diproduksi menggunakan metode ekstraksi kimia, memanfaatkan prinsip ekstraksi berbasis pelarut. Teknik ini dikenal dengan tingkat ekstraksi minyak yang tinggi dan intensitas tenaga kerja yang rendah. Namun, minyak mentah yang diekstraksi melalui metode ini mengalami beberapa tahap pemrosesan, termasuk dewaxing, degumming, dehidrasi, penghilang bau, penghilangan asam, dan penghilangan warna, sebelum dapat dikonsumsi. Proses ini sering kali menurunkan bahan alami dalam minyak, dan sejumlah kecil sisa pelarut mungkin tertinggal dalam produk akhir.
2. Perbedaan Kandungan Gizi
Minyak yang Ditekan:
Minyak yang diperas mempertahankan warna alami, aroma, rasa, dan komponen nutrisi dari biji minyak. Ini menjadikannya pilihan yang lebih sehat dan beraroma.
Minyak yang Diekstraksi:
Minyak yang diekstraksi biasanya tidak berwarna dan tidak berbau. Karena pengolahan kimia yang ekstensif, banyak nilai gizi alaminya yang hilang.
3. Perbedaan Kebutuhan Bahan Baku
Minyak yang Ditekan:
Pengepresan fisik memerlukan biji minyak yang berkualitas tinggi. Bahan bakunya harus segar, dengan kadar asam dan peroksida yang rendah, untuk memastikan minyak akhir mempertahankan aroma dan rasa alaminya. Metode ini juga menyisakan kandungan minyak sisa yang lebih tinggi pada bungkil biji minyak, sehingga menghasilkan rendemen minyak secara keseluruhan yang lebih rendah. Akibatnya harga minyak pres cenderung lebih mahal.
Minyak yang Diekstraksi:
Ekstraksi kimia memiliki persyaratan bahan mentah yang tidak terlalu ketat, sehingga memungkinkan penggunaan minyak sayur dengan tingkat kualitas yang bervariasi. Hal ini berkontribusi pada hasil minyak yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah, namun mengorbankan rasa dan nutrisi alami.
Mesin untuk pengepres minyak: https://www.cofcoti.com/id/products/oil-fats-processing/
1. Perbedaan Teknik Pengolahan
Minyak yang Ditekan:
Minyak yang diperas diproduksi dengan menggunakan metode pengepresan fisik. Proses ini melibatkan pemilihan biji minyak berkualitas tinggi, diikuti dengan langkah-langkah seperti penghancuran, pemanggangan, dan pengepresan untuk mengekstraksi minyaknya. Minyak mentah kemudian disaring dan dimurnikan untuk menghasilkan minyak pres berkualitas tinggi. Metode ini mempertahankan aroma dan rasa alami minyak, sehingga menghasilkan produk dengan umur simpan yang lama dan tanpa bahan tambahan atau sisa pelarut.
Minyak yang Diekstraksi:
Minyak yang diekstraksi diproduksi menggunakan metode ekstraksi kimia, memanfaatkan prinsip ekstraksi berbasis pelarut. Teknik ini dikenal dengan tingkat ekstraksi minyak yang tinggi dan intensitas tenaga kerja yang rendah. Namun, minyak mentah yang diekstraksi melalui metode ini mengalami beberapa tahap pemrosesan, termasuk dewaxing, degumming, dehidrasi, penghilang bau, penghilangan asam, dan penghilangan warna, sebelum dapat dikonsumsi. Proses ini sering kali menurunkan bahan alami dalam minyak, dan sejumlah kecil sisa pelarut mungkin tertinggal dalam produk akhir.
2. Perbedaan Kandungan Gizi
Minyak yang Ditekan:
Minyak yang diperas mempertahankan warna alami, aroma, rasa, dan komponen nutrisi dari biji minyak. Ini menjadikannya pilihan yang lebih sehat dan beraroma.
Minyak yang Diekstraksi:
Minyak yang diekstraksi biasanya tidak berwarna dan tidak berbau. Karena pengolahan kimia yang ekstensif, banyak nilai gizi alaminya yang hilang.
3. Perbedaan Kebutuhan Bahan Baku
Minyak yang Ditekan:
Pengepresan fisik memerlukan biji minyak yang berkualitas tinggi. Bahan bakunya harus segar, dengan kadar asam dan peroksida yang rendah, untuk memastikan minyak akhir mempertahankan aroma dan rasa alaminya. Metode ini juga menyisakan kandungan minyak sisa yang lebih tinggi pada bungkil biji minyak, sehingga menghasilkan rendemen minyak secara keseluruhan yang lebih rendah. Akibatnya harga minyak pres cenderung lebih mahal.
Minyak yang Diekstraksi:
Ekstraksi kimia memiliki persyaratan bahan mentah yang tidak terlalu ketat, sehingga memungkinkan penggunaan minyak sayur dengan tingkat kualitas yang bervariasi. Hal ini berkontribusi pada hasil minyak yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah, namun mengorbankan rasa dan nutrisi alami.
Mesin untuk pengepres minyak: https://www.cofcoti.com/id/products/oil-fats-processing/
MEMBAGIKAN :